Sistem Resirkulasi Akuakultur
Sistem Recirculation Aquaculture System (RAS) adalah suatu sistem budidaya ikan dengan menggunakan air yang sama secara berulang. Keunggulan menggunakan sistem RAS yaitu dapat menghemat penggunaan air, mengurangi limbah air, dan meningkatkan kepadatan ikan. Namun di sisi lain sistem RAS juga memiliki beberapa kekurangan, seperti biaya investasi yang besar, perlu adanya seorang operator, dan perlu maintenance aset secara rutin.
Komponen yang membentuk sistem RAS sangat kompleks dan beragam, mulai dari filter fisik, kimia, dan biologi sehingga kualitas air dapat terjaga stabil. Komponen filter fisik yang digunakan dalam sistem RAS contohnya seperti ijuk, dakron, dan jaring yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang berukuran kecil (sisa pakan dan feses).
Pada sistem RAS media air laut terdapat filter fisik khusus yang dapat digunakan yaitu protein skimmer yang fungsinya adalah untuk memecah molekul air sehingga limbah bahan organik dapat terpisah melalui gelembung (skimmate) yang terbentuk. Protein skimmer hanya dapat bekerja pada tegangan air yang tinggi, seperti pada air laut karena terdapat kadar garam yang tinggi di dalamnya.
Komponen filter kimia contohnya adalah karang jahe dan karbon aktif. Masing-masing dari filter kimia tersebut memiliki perannya tersendiri, seperti karang jahe berfungsi untuk menstabilkan pH air dan karbon aktif berfungsi untuk menyerap logam berat dalam perairan.
Komponen filter biologi adalah komponen utama pada sistem RAS, komponen ini memanfaatkan bakteri baik dalam air untuk menguraikan senyawa toksik berupa amonia menjadi nitrat yang merupakan senyawa tidak berbahaya bagi ikan. Walaupun komponen filter biologi adalah komponen utama pada sistem RAS, namun untuk mengoperasikannya sistem RAS tetap harus dikombinasikan oleh seluruh komponennya.
Tantangan mengoperasikan sistem RAS di Indonesia adalah biaya investasi dan operasional yang masih sangat tinggi sehingga meningkatkan harga jual di atas harga pasar.



Komentar
Posting Komentar